KEGIATAN POKJA KKM MTs. TASIKMALAYA JAWA BARAT 0009
IN 1 UP 3
PENGEMBANGAN MADRASAH
Revolusi industri telah melahirkan sebuah fenomena baru yang dikenal dengan fenomena inovasi desruptif (Desruptif Innovation).
Era disrupsi ini merupakan fenomena ketika masyarakat menggeser aktivitas-aktivitas yang awalnya dilakukan di dunia nyata, ke dunia maya. Karena era disrupsi juga dijadikan sebagai era digitalisasi, dimana seluruh aktifitas/kegiatan menggunakan daring atau media internet. Era digital ini bukan hanya berdampak pada bidang industry saja akan tetapi berdampak ke segala aspek kehidupan manusia di dunia tanpa kecuali dunia pendidikan. Dampak dari fenomena ini telah menjalar di segala bidang kehidupan. Mulai industri, ekonomi, pendidikan, politik, dan sebagainya. Fenomena ini juga telah berhasil menggeser gaya hidup (life style) dan pola pikir (mindset) masyarakat dunia. Disruptive innovation secara sederhana dapat dimaknai sebagai fenomena terganggunya para pelaku industri lama (incumbent) oleh para pelaku industri baru akibat kemudahan teknologi informasi.Innovation Desruptif yang kita hadapi sebagai insan pendidik di madrasah harus dibarengi dengan New Digital Mindset (Pola Pikir Baru) agar kemajuan teknologi mampu memberikan kemanfaatan yang sempurna. Madrasah sebagai wadah pembentuk generasi bangsa harus hadir memberikan pendidikan yang bukan hanya mengajarkan tentang kemajuan teknologi kepada peserta didik, akan tetapi madrasah harus mampu mencetak manusia sang user dari teknologi tersebut.
Pada titik tolak inilah madrasah dituntut untuk selalu mengembangkan dirinya agar selalu mampu menghadapi kemajuan jaman. Madrasah bukan lagi sebagai menikmat kemajuan teknologi, namun madrasah harus mencipta, mewarnai dan memberikan konsep terpadu antara nilai-nilai agama dengan kemajuan teknologi tersebut. Dengan kata lain madrasah menjadi mentor sebuah jargon "Wahyu memandu Akal".
Urgensi pengembangan madrasah harus dipelopori oleh kepala madrasah sebagai manajer, dan pimpinan di satuan pendidikan. Kepala madrasah dan juga stakeholder lainnya menganalisis kebutuhan dan keperluan apa saja yang dibutuhkan untuk kemajuan madrasah. Setelah itu seluruh stakeholders madrasah berjalan bersama, bahu membahu saling kerja sama dan sama-sama kerja mengejar visi misi madrasah secara konsisten dan kontinyu.
Pokja KKM MTs. Tasikmalaya Jawa Barat 0009 pada kegiatan IN 1 UP 3 menggelar kegiatannya di Room Meeting Sambal Hejo Tasikmalaya dengan mengangkat pembahasan diskusi pengembangan Madrasah. Tujuan kegiatan ini diharapkan kepala madrasah yang tergabung dalam pokja dapat menjadi pioner bagi stakeholders yang lainnya untuk selalu mengembangkan madrasah masing-masing.Fasilitator Daerah Omay Komarudin, M.Pd. memberikan materi pengembangan dengan simultan dan bahan diskusi sebagai acuan pengembangan madrasah.
Mudah-mudahan setelah kegiatan ini madrasah senantiasa berkembang mengikuti perkembangan jaman menuju digital society 5.0 yang bermartabat dan berprestasi.


No comments:
Post a Comment